Jalan-Jalan ke Strasbourg Prancis. Mengeksplor Petit France, Colmar & Ribeauville.

Strasbourg, Prancis

In 2017, I picked a city pretty close to Zurich and Cologne since I wanted to taste a bit of French culture during my 2nd Europe trip. I didn’t know Strasbourg had a fairytale-like town called Petit France until I went there. Petit France memiliki banyak colorful half-timbered house, rumah klasik berpalang kayu yang umum ditemui di Eropa. Setelah kunjungan pertama ke Strasbourg, Prancis, jadinya I find myself mengejar view yang sama di kota-kota lainnya di Eropa, baik di Prancis atau negara lain. Salah satu area yang memiliki banyak rumah klasik ini adalah Alsatian Wine Route, yaitu kawasan di Prancis Timur yang punya a wonderful blend of French and German culture. Di banyak kota di region Alsace, rumah klasik warna-warni jadi daya tarik utama buat para travelers. Tahun 2022 ini, saya dapet kesempatan lebih lama buat mengeksplor 3 kota di Alsace yaitu Strasbourg (lagi), Colmar, dan Ribeauville.

Strasbourg, Prancis, Kota Terbesar di Alsatian Wine Route

Strasbourg, Prancis

Sebelum kita traveling virtual ke Strasbourg, Colmar dan Ribeauville, yuk bahas sebentar mengenai Alsatian Wine Route. Rute Wine Alsatian adalah kawasan di Prancis Timur sepanjang 170 km, yang sesuai namanya terkenal sebagai penghasil wine, tapi juga memiliki perpaduan unik budaya Jerman dan Prancis. Salah satu buktinya adalah keberadaan half-timbered buildings dan cobblestoned streets di setiap kota di Alsatian Wine Route. Rumah klasik berwarna-warni yang mirip negeri dongeng, suasana town ala abad pertengahan dan wine menjadi daya tarik utama kota-kota di Alsace. Mulai dari Strasbourg di utara hingga Colmar di selatan hampir selalu penuh dengan turis. Saya aja mesti bangun pagi banget demi bisa nikmatin Colmar sebelum turis menyerbu…

BACA JUGA :

2 Hari Traveling ke Lille Prancis. Kesini Cuma Perlu 1 Jam-an dari London dan Brussels!

Jalan-Jalan ke Porto, Portugal. More Than Just Tempat Lahir Harry Potter

One Day Trip ke Luksemburg, Negara Terkaya di Dunia. Saking Kayanya Bus Digratisin!

Cara terbaik buat mengeksplor kota-kota di Alsace sebenarnya adalah dengan naik mobil, karena gak semua town punya bus atau dilalui kereta. Hmm tapi karena keterbatasan waktu dan terlalu capek akibat pindah-pindah kota di Eropa, akhirnya saya cuma bisa ke 3 kota aja. Tapi kalau kamu punya unlimited holidays, cobain aja road trip ke Colmar, Eguisheim, Kaysersberg, Riquewihr, Ribeauville, Obernai, Rosheim, Dambach-la-ville, Kintzheim, Bergheim, dan Strasbourg. Dijamin serasa masuk ke negeri Hans & Gretel atau Beauty and The Beast…

Are you wondering why the city names sound like German instead of French? Yup, saya pun bertanya-tanya juga sebelum jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis untuk kedua kalinya. Hal ini ternyata karena letak kota-kota ini berada deket banget dengan Jerman (see Strasbourg map above), jadi gak heran kalau culturenya juga banyak terpengaruh kultur Jerman. Alsace pun sempat jatuh bangun pindah kepemilikan antara Jerman dan Prancis. Misalnya aja Strasbourg, yang sempat jadi bagian Jerman berkali-kali sampai akhirnya balik ke Prancis setelah Perang Dunia II usai. Orang-orang di kawasan sini pun namanya mirip dengan nama orang Jerman, misalnya aja Arsene Wenger (mantan manajer Arsenal). Doi orang Prancis tapi namanya Jerman banget kan… Selain itu bahasa lokal (Alsatian), nama jalan, hingga makanan dan minumannya pun ada bau-bau Jermannya. More about that later….

Jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis dan kota lainnya di Alsace juga sangat convenient buat kamu yang ingin sekalian ke Swiss dan Jerman karena letaknya yang sangat dekat. Perbatasan Jerman (kota Kehl) bisa dicapai selama 30 menit dari Strasbourg dan ke Basel, Swiss hanya perlu 1 jam. Kalau sanggup perjalanan agak panjang, dari sini pun kamu bisa lanjut ke Liechtenstein, salah satu negara terkecil di Eropa. Saya juga tadinya mau ke Liechtenstein, tapi apa daya karena badan udah gempor akhirnya saya banyakin istirahat selama 5 hari di Strasbourg, Prancis.

Jalan-Jalan ke Strasbourg, Prancis. Kota yang Ngetop dengan Christmas Market.

Strasbourg, Prancis

Strasbourg, Prancis adalah kota terbesar di Alsatian Wine Route dan ibukota region (kalau di Indonesia namanya provinsi) Alsace. Selain itu juga menjadi salah satu ibukota European Union (EU). Terletak 40 km dari perbatasan Jerman, Strasbourg cocok jadi base selama kamu menjelajahi Alsatian Wine Route seperti ke Colmar dan Eguisheim. Dari Strasbourg pun gampang banget buat pindah ke kota dan negara lain. Pas saya lagi banyak waktu luang, saya iseng aja naik tram ke Kehl, kota kecil di perbatasan Prancis-Jerman. Kesana cuma perlu 30 menit, jadi sayang aja kalau gak sekalian.

Kalaupun kamu gak punya banyak waktu selama traveling ke Eropa, Strasbourg bisa kamu pilih jadi satu-satunya kota di Alsace buat dikunjungin. Ada banyak perpaduan budaya Jerman dan Prancis yang unik di Strasbourg. Namanya kota besar, ada banyak hal yang bisa dilakukan di Strasbourg, tapi yang wajib dikunjungi diantaranya adalah Christmas Market, karena Strasbourg terkenal dengan Christmas marketnya dan Petite France, kawasan paling estetik di Strasbourg, Prancis yang penuh dengan rumah klasik warna-warni berpalang kayu dan suasana abad pertengahan.

How to Get to Strasbourg, Prancis?

Strasbourg, Prancis

Dari Paris, Strasbourg bisa dicapai selama kurang dari 2 jam menggunakan kereta cepat TGV. Sementara itu, bus sedikit lebih affordable hanya aja waktu tempuhnya 6,5 jam. Tiket bus dan kereta api ke Strasbourg, Prancis bisa kamu beli di Omio.

Selain itu ada opsi lainnya untuk jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis dengan kereta yang lebih affordable. Kamu bisa cari tiketnya di aplikasi Ouigo. Saya udah beberapa kali pakai Ouigo buat mengeksplor Prancis. Keretanya so far nyaman, dan kalau lucky bisa dapet yang secepat TGV.

Getting Around

Strasbourg, Prancis

Cara terbaik buat mengeksplor Strasbourg, Prancis adalah dengan naik tram dan bus karena Strasbourg punya jaringan tram dan bus yang luas. Tiket sekali naik adalah 1,70 Euro, sementara unlimited day pass harganya 4,30 Euro. Kamu bisa beli tiketnya di mesin tiket di stasiun tram atau beli langsung di supir bus, hanya saja harga di supir bus jadi 2 Euro/ trip.

Things to See & Do

  1. Notre Dame Strasbourg
Strasbourg, Prancis

Atau disebut juga sebagai Katedral Strasbourg. Gereja gothic dari abad ke-12 tampak sangat spektakuler saat dipandang dari sisi manapun. Eksterior maupun interiornya sama sama memukau. Buat saya, Notre Dame Strasbourg adalah katedral tercantik di Prancis, ngalahin Notre Dame di Paris. Lokasinya ada di pusat Petite France, dan free to enter, jadi jangan lewatin Notre Dame Strasbourg saat kamu jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis ya.

Strasbourg, Prancis

Di bagian dalam gereja juga terdapat jam astronomi yang selalu mengundang decak kagum para pengunjung. Kamu juga bisa naik ke atas menara Notre Dame dan menikmati view kota dari atas. 

2. La Petite France

Strasbourg, Prancis

La Petite France merupakan area yang paling Instagenic di kota Strasbourg. Kawasan inilah yang bikin saya jatuh cinta sama rumah klasik Eropa pada tahun 2017 dan bikin saya selalu balik lagi ke Eropa tiap tahun (kecuali pas pandemi). La Petite France adalah kawasan historis di Strasbourg yang masih mempertahankan suasana abad pertengahan, makanya ada banyak rumah klasik berpalang kayu yang dulu banyak ditemukan di Prancis dan Jerman. Jalanannya pun masih berbatu, bukan aspal.

Dulunya Petit France adalah desa yang dihuni para nelayan dan pengrajin. Mereka tinggal di half-timbered house atau rumah berpalang kayu berbentuk kubus dengan atap segitiga. Motif kayu diberikan untuk menunjukkan status ekonomi pemilik rumah. Bila motifnya rumit berarti pemilik rumah orang kaya. Kini Petit France menjadi atraksi utama turis yang jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis dan terdaftar dalam UNESCO World Heritage List. Kebanyakan turis yang datang ingin melihat rumah klasik berpalang kayu yang klasik, unik, imut serta berkesan romantis.

Strasbourg, Prancis

Saat ini, rumah-rumah kayu di Petite France telah berubah fungsi. Tak lagi dihuni para penduduk Strasbourg melainkan dijadikan hotel, restoran, kafe dan toko suvenir. Selain mengeksplor rumah-rumah cantiknya, kamu juga bisa ikutan keliling La Petite France dengan naik perahu di kanal. Kamu juga bisa ikutan free walking tour agar bisa menjelajah banyak bagian Petite France sekaligus belajar sejarah Petite France dari guide yang juga warga lokal. Biayanya free tapi sebaiknya kita kasih tip antara 5-10 Euro di akhir tur.

3. Barrage Vauban

Strasbourg, Prancis

Barrage Vauban lebih dari sekadar jembatan yang juga berfungsi jadi benteng dari abad ke-17. Salah satu ikon Strasbourg, Prancis ini dibangun dengan menggunakan batu pasir berwarna pink dari gunung Vosges, makanya warnanya juga agak kepink-pink-an gitu. Sangat mudah menemukan Barrage Vauban karena jembatan ini memiliki empat menara yang cukup ikonik. Kamu juga bisa naik ke jembatan dan berjalan dari satu ujung ke ujung lainnya sambil menikmati view La Petite France dari atas. Free to enter.

4. Masjid Agung Strasbourg

Strasbourg, Prancis

Berada agak di luar pusat kota adalah Masjid Agung Strasbourg, tepatnya di kawasan Heyritz, Strasbourg bagian selatan, adalah salah satu dari 20 masjid di kota Strasbourg. Masjid berkapasitas 1200 orang ini bisa dibilang unik karena bergaya kontemporer dan tak memiliki minaret, beda banget dengan masjid pada umumnya yang terlihat lebih Islami atau bergaya Ottoman. Masjid Agung Strasbourg biasanya dikunjungi oleh jemaat dari Maroko tapi siapapun yang mau sholat disini tentu dibolehkan. 

Masjid Agung Strasbourg dibangun selama 8 tahun (2004-2012) dan menelan biaya hingga 10,5 juta Euro. Sementara biayanya sendiri ditanggung oleh beberapa negara yaitu Prancis, Maroko, Kuwait, Saudi Arabia dan Turki. Seperti halnya masjid pada umumnya, Masjid Agung Strasbourg memiliki ruang sholat yang luas, mampu menampung hingga 1200 jemaah, ruang wudhu, dan tempat penitipan sepatu. Selain itu ada juga taman dan parkiran yang luas yang menghadap ke sungai III. 

Strasbourg, Prancis

Kalau kamu mau kesini saat jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis kamu bisa naik tram dan bus. Caranya dengan naik tram A tujuan stasiun Gare Centrale lalu lanjutkan dengan jalan kaki 1,6 km. Kamu juga bisa lanjutkan dengan naik bus tujuan Hotel Du Departement lalu jalan kaki 650 meter.Waktu itu saya lagi iseng pengen jalan kaki ke masjid terbesar di Prancis ini dari pusat kota Strasbourg. Eh gak taunya lokasinya jauh dan perlu waktu 1jam buat mencapai masjid. Selain itu, pastikan untuk datang saat jam sholat, karena diluar jam sholat pengunjung tak boleh masuk karena masjid rutin dibersihkan.

5. Christkindelsmärik (Christmas Market)

Strasbourg, Prancis
Photo by Mateusz Dach on Pexels.com

Christmas market di Strasbourg, Prancis merupakan salah satu yang paling terkenal di Eropa, jadi jangan lewatin Strasbourg Christmas market kalau kamu jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis saat akhir tahun ya. Setiap tahun, selama 38 hari Christmas market Strasbourg digelar di dekat Notre Dame dan Place Kleber, dikunjungi sekitar 2 juta visitors. Saya pernah juga ke Christmas market Strasbourg tahun 2017 lalu, buat nyobain mulled wine (vin chaud/ gluhwein), minuman khas Natal di Eropa.

What to Eat

Kuliner di Strasbourg, Prancis tergolong unik, makanya saya yang biasanya cuma mau makan makanan Asia mau nyobain. Budaya Jerman banyak mempengaruhi kuliner di region Alsace termasuk Strasbourg, jadinya sekilas makanannya gak terlihat seperti French food. Ciri dari Alsatian food adalah digunakannya daging babi dalam berbagai varian masakan dan juga adanya budaya minum bir, instead of wine.

Strasbourg, Prancis

Selain itu, beda banget dengan kebanyakan orang Prancis yang suka minum wine, warga Strasbourg suka banget minum sparkling water atau air berkarbonasi.  Budaya minum sparkling water ini tentunya berasal dari budaya orang Jerman. Sparkling water biasa diminum warga Strasbourg saat makan apapun. Mereka bahkan mengubah air biasa menjadi sparkling water demi bisa meminumnya setiap saat. 

Selama 5 hari jalan-jalan ke Strasbourg, Prancis, saya dapet kesempatan nyicipin beberapa specialty food-nya Strasbourg bareng best friend-nya Adrien, Cyril. Berikut beberapa diantaranya yang bisa kamu coba juga :

  1. Tarte Flambee
Strasbourg, Prancis

Street foodnya Strasbourg yang gampang ditemukan di penjuru Strasbourg, Prancis. Tarte Flambee sering disebut sebagai sepupu jauhnya pizza, karena bentuknya yang mirip pizza. Bedanya, Tarte Flambee bentuknya mirip pizza kotak, dan rasanya juga beda jauh. Tarte Flambe yang juga disebut Flammekeuche dalam bahasa Jerman ini terbuat dari adonan roti yang dipanggang bersama krim segar, bawang dan daging babi cincang. 

2. Spaetzle

Strasbourg, Prancis

Nah, yang ini adalah versi Strasbourg dari French fries. Spaetzle adalah sejenis pasta yang mengandung telur dan susu. Rasanya gurih dan nikmat, cocok buat dijadikan menu utama atau pendamping makanan berat lainnya seperti halnya French fries

Jalan-Jalan ke Ribeauville, Road Trip Pertama di Prancis.

Strasbourg, Prancis

As I said before, the best way to explore Alsatian Wine Route is by car. Saya dan Adrien lalu memulai road trip pertama kami di Prancis pakai mobilnya Cyril. Tujuannya ke salah satu desa di Alsatian Wine Route favoritnya Adrien, yaitu Ribeauville. Dari Strasbourg, Prancis perlu waktu 30 menit untuk menuju ke Ribeauville lewat jalan tol. Tapi kalau kamu pilih naik transportasi umum bisa juga kok naik bus selama 59 menit. Serunya road trip selain lebih cepat sampai, banyak view menarik sepanjang perjalanan. Di sepanjang jalan view -nya sangat kece! Sejauh mata memandang, bukit, lahan gandum, dan pegunungan membentang indah.

Strasbourg, Prancis

Ribeauville ini bener-bener desa yang imut karena ukurannya cuma seuprit kalau diukur pakai standar ukuran wilayah di Indonesia. Sama seperti Colmar dan Strasbourg, Prancis, Ribeauville dipenuhi dengan rumah klasik Eropa berpalang kayu dan jalanan berbatu instead of aspal yang bikin suasananya ala abad pertengahan banget. Hanya saja, Ribeauville jauh less mainstream and crowded daripada Colmar, jadi kalau kamu pengen menikmati desa abad pertengahan tanpa berdesak-desakan dengan ratusan turis lainnya, mending ke Ribeauville aja.

Strasbourg, Prancis

Hal unik lainnya di Ribeuville adalah warna rumah-rumah klasik dari abad ke-16 disini yang lebih kemerah-merahan instead of warna-warni pastel seperti di Colmar. Exploring Ribeauville asyiknya jalan kaki aja karena ukuran desanya yang kecil banget. Dalam waktu 1 jam pun kami udah selesai menelusuri setiap sudut Ribeauville sekaligus masuk ke rumah-rumah imut disini. FYI, rumah klasik Eropa di Ribeauville telah diubah menjadi hotel, bed and breakfast, toko suvenir, kafe dan restoran. Saya pun sempet window shopping ke beberapa toko disini yang mana hampir semuanya menjual hasil bumi Ribeauville seperti keju, selai, daging, wine, dan juga suvenir. Kita gak stay overnight disini karena kita nginap 4 malam di Strasbourg, Prancis, tapi menurut saya, Ribeauville cocok buat 1-night stay saat kamu pengen liburan sambil merasakan kehidupan ala desa cantik di Prancis yang mayan sepi.

Things to See & Do

Selain exploring desa Ribeauville dan menginap, ada beberapa hal yang juga bisa kamu lakukan di Ribeauville :

Strasbourg, Prancis
  1. Mengeksplor 3 Kastil

Ribeauville berada di antara vineyards dan bukit-bukit berhutan. Di dekat town centre ada 3 kastil yang bisa dikunjungi atau untuk sekedar hiking sambil liat view Ribeauville dari atas bukit. Ketiga kastil itu adalah Chateau Saint-Ulrich, Chateau Girsberg, dan Chateau Haut-Ribeaupierre.

2. Jalan-Jalan ke Landmarks Ribeauville

Diantaranya adalah 18th Century Town Hall, gudang gandum, the Maison des Ménétriers (rumah cantik dari abad ke-17), the Sanctuary of Notre-Dame de Dusenbach, 2 gereja, air mancur klasik, serta a weekly market yang digelar setiap hari Sabtu pagi di the Place de l’Hotel de Ville.

3. Balneo & Spa Resort Barriere

Strasbourg, Prancis

Ini nih alasan utama kita ke Ribeauville. Kita pengen nyobain spa di Ribeauville yang kata Adrien emang top banget. Balneo & Spa Resort Barriere berada diluar pusat kota Ribeauville dan tak terjangkau oleh bus. Makanya kalau mau kesini mesti naik mobil.

Strasbourg, Prancis

Cukup bermodalkan 16 Euro aja atau sekitar 250 Ribu Rupiah, saya bisa berendam selama 2 jam di spa. Spanya sendiri terdiri dari 2 bagian, yaitu indoor dan outdoor. Airnya lumayan hangat, tidak sepanas onsen di Jepang. Hanya aja spa di Ribeauville ini punya desain yang modern dan cakep jadi betah berlama-lama disini. Selain itu, viewnya juga cantik terutama di kolam outdoor karena menghadap langsung ke pegunungan dan taman yang cantik. 

Strasbourg, Prancis

Kalau kepingin berendam tanpa terganggu suara pengunjung lain, ada juga pilihan quiet pool dimana pengunjung gak boleh ngobrol sama sekali. Sebagai gantinya disini diputar musik agar suasana berendam makin rileks. Setelah puas berendam, kita bisa pindah ke hamam dan sauna. Hanya saja untuk menikmati hamam dan sauna, pengunjung harus masuk tanpa busana alias naked. Jadi jangan kaget ya kalau kamu ke spa di Prancis dan tiba-tiba ngelihat orang telanjang di sekitar hamam dan sauna!!

Karena saya gak mau menghabiskan waktu di sauna atau hamam, akhirnya saya pilih sunbathing di taman. Spa ini memang memiliki banyak kursi di taman bagi para pengunjung yang ingin sunbathing atau tiduran sambil menikmati view pegunungan. 

Strasbourg, Prancis

Nyobain spa di Ribeauville mayan asyik sih experiencenya, meski air panasnya sendiri gak begitu panas, soalnya berendam di spa termasuk budaya yang mengakar di masyarakat Eropa sejak ratusan tahun lalu. Zaman dulu bangsawan Eropa hobi berendam di spa demi menjaga kesehatan dan relaksasi. Budaya berendam di spa di Eropa berawal sejak abad ke 18 ketika ditemukan sumber air panas mineral yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Kota-kota spa pun bermunculan di seantero Eropa dan dilestarikan hingga zaman moderen. Beberapa diantaranya masuk daftar warisan dunia versi UNESCO seperti kota Vichy di Prancis. 

Gimana jadi pengen nyepa di Ribeauville? Kalau mau kesini, jangan lupa bawa handuk dan sendal jepit ya, atau kamu bisa sewa handuk dengan biaya tambahan 5 Euro. 

Jalan-Jalan ke Colmar, Prancis. Kota Negeri Dongengnya Prancis.

Berbekal rasa penasaran karena tahun 2017 saya gak sempet ke Colmar, Prancis tapi hanya sempet ke Strasbourg aja, saya niatin banget musim semi ini pas liburan ke Eropa saya mesti bisa jalan-jalan ke Colmar, Prancis. Karena kita staying di Strasbourg selama 5 hari 4 malam,1 hari khusus dialokasikan buat menjelajah Colmar, Prancis. Hometownnya Belle (Beauty and the Beast) ini ternyata memang bener mirip negeri dongeng, lengkap dengan kanal yang mengalir di tengah kota….Jalan-jalan ke Colmar, Prancis terasa seperti berada di theme park tanpa harus ke Disneyland!

Untuk detail artikel dan guide tentang Colmar bisa dibaca disini.

5 hari saya abisin buat menjelajah Strasbourg, Prancis beserta 2 desa kecil disekitarnya yaitu Colmar dan Ribeauville. Buat saya 5 hari itu cukup karena traveling kali ini kita lebih nyantai dan gak keburu-buru. Buat kamu yang cutinya terbatas, coba sediakan 2 hari buat ke Strasbourg, Prancis dan Colmar. Traveling kali ini juga bukan yang terakhir kalinya saya menjelajah region Alsace karen kita pasti balik lagi, maybe next year, soalnya saya masih penasaran dengan Eguisheim dan Riquewihr.

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. 1 Juta Rupiah Dapet Apa Di Dubai?
  3. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  4. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  5. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  6. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood
  7. Traveling ke Paris, Prancis. Itinerary 5 Hari di Paris
  8. Jalan-Jalan ke Colmar, Prancis, Kota Negeri Dongeng

Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here

Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s